Membantu Kaum Musyrikin Memerangi Kaum Muslimin

membantu musyrikin

Bismillah, segala puji bagi Allah atas nikmat tauhid dan bashirah yang diberikan kepada kita, sehingga kita bisa memilah dan membandingkan antara kesyirikan dan tauhid, antara menolong dan menelantarkan agama Allah. Dizaman kita hidup sekarang terdapat kenyataan yang sungguh sangat pahit, dimana kebenaran dianggap kebatilan, kebatilan dianggap kebenaran yang harus didukung, dan kemaksiatan dianggap hal yang lumrah. Terlebih para pendukung kekafiran dan kemusyrikan adalah sebuah negara/personal yang kita anggap adalah pembela Islam dan kaum muslimin. Inilah kenyataan pahit yang kita alami, dimana banyak orang tidak mengerti bahwa justeru mereka adalah benteng utama bercokolnya zionisme dan salibis di negeri-negeri kaum muslimin, dan pengkhianat dakwah tauhid. Hal ini tidaklah dapat dimengerti kecuali oleh orang-orang yang diberi bashirah oleh Allah, dan hatinya dibebaskan dari nafsu syahwat harta dan tahta.

Kaum muslimin, perlu kita ketahui bahwa sekarang ini telah terbentuk koalisi salibis yang diketuai oleh pengawal salib yaitu Amerika, dimana anggotanya berjumlah lebih dari enam puluh Negara, termasuk didalamnya adalah Saudi Arabiya dengan dalih memerangi terorisme ala Amerika.

Pahit memang kenyataan yang kita hadapi, bagaimana mungkin kita mengkritik, mengoreksi dan menyalahkan pelayan Dua Tanah Suci (Khadimul Haramain) yang telah banyak membantu Islam dan kaum muslimin, mencetak dan membagikan mushaf gratis keseluruh dunia dengan berbagai macam bahasa, membangun Universitas Islam di penjuru dunia, membangun dan mengembangkan Masjidil Haram dan kebaikan-kebaikan lainnya yang tidak mungkin kita sebutkan satu persatu, termasuk ketika membantu korban Tsunami Aceh. Namun Islam adalah Al-Qur’an dan As-Sunnah tidak terkait dengan sosok, siapapun itu jika perbuatan, ucapan dan keyakinannya bertentangan dengan Al-Qur’an dan As-Sunnah wajib kita tolak, kita kafirkan siapa saja yang menurut Al-Qur’an dan As-Sunnah kafir setelah tegaknya hujjah dan terpenuhinya syarat-syarat serta tidak adanya penghalang dari hal itu.

Banyak yang bertanya kepada kami bagaimana mungkin kita mengkafirkan orang yang telah berbuat kebaikan untuk umat Islam, seperti Khadimul Haramain? Bukankah dia telah membantu umat Islam, mencetak mushaf, membangun masjid, menggaji da’i, dan amal shalih lainnya?

Jawabannya : tidakkah anda dapati bahwa orang-orang yang difatwakan kafir oleh ulama’ semacam Mu’ammar Qadzafi, Sadam Husein dan semisalnya juga berbuat demikian? Bahkan di bogor ada masjid bernama Mu’ammar Qadzafi. Orang-orang kafirpun juga berbuat kebaikan, namun apakah hal ini bermanfaat bagi pelakunya yang kafir itu?

Dan lihatlah bagaimana Allah mengancam manusia ma’shum, manusia terbaik dimuka bumi ini walaupun tidak mungkin beliau (Nabi Muhammad) berbuat hal itu, yaitu kesyirikan, simaklah firman Allah :

“Dan sesungguhnya telah diwahyukan kepadamu dan kepada (nabi-nabi) yang sebelummu. “Jika kamu mempersekutukan (Tuhan), niscaya akan hapuslah amalmu dan tentulah kamu termasuk orang-orang yang merugi.” (QS. Az-Zumar: 65)

Jika seorang Nabi yang paling mulia saja dan ma’shum mendapat peringatan dari Allah, jika beliau menyekutukan Allah niscaya akan terhapus semua amalnya, walau tidak mungkin bagi baginda Rasulullah untuk berbuat syirik kepada Allah, lalu bagaimana dengan seseorang yang tidak sama sekali mendapat jaminan surga dari Allah dan tidak mempunyai kema’shuman? Apakah kalian tetap mengatakan itu sebuah politik? Membantu Amerika dalam memerangi sebuah kelompok umat Islam di Irak dan Suriah dengan senjata, lisan dan harta apakah tetap kalian berikan Ishmah kepadanya?! Ya walaupun dia telah berbuat beribu kebaikan untuk Islam dan Kaum muslimin, namun apa arti semua itu jika dibanding dengan persekutuannya dengan para pemimpin salibis serta membantu mereka memerangi umat Islam dengan dalih terorisme, atau karena mereka khawarij?

Barang siapa mengatakan persekongkolan ini masuk dalam bab : Isti’anah/meminta bantuan kaum kuffar maka dia telah salah, karena yang benar adalah Mudhaharah (membantu memenangkan) kaum musyrikin atas kaum muslimin. Dan ini adalah termasuk muwalah kubro yang dapat mengeluarkan pelakunya dari agama Islam dan barang siapa yang ragu maka dia pula termasuk kedalam golongannya.

Sebagaimana dijelaskan oleh Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab dalam Nawaqhid Al-Islam, Kedelapan: Mudhaharatul (membantu memenangkan) Musyrikin, dan menolong mereka atas kaum muslimin, dalilnya adalah firman Allah :

“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang Yahudi dan Nasrani menjadi pemimpin-pemimpin(mu); sebahagian mereka adalah pemimpin bagi sebahagian yang lain. Barangsiapa diantara kamu mengambil mereka menjadi pemimpin, maka sesungguhnya orang itu termasuk golongan mereka. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim.” (QS. Al-Maidah: 51)

Maka barang siapa yang tersifati dengan sifat-sifat ini yaitu sesuatu yang dapat membatalkan keislaman, atau melarang sesuatu dari syiar-syi’ar Islam yang dzahir, atau enggan menjalanakan syariat Islam yang zhahir, maka sesungguhnya dia wajib diperangi sampai dia mau menetapkannya dan berpengang teguh dengannya. [1]

[1] Ad-Durar As-Saniyah 9/292.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s