Apa Salahnya Kalau Kami Lebih Senang Seperti Ini?

apa salahnya

Apa salahnya kalau kami memiliki keinginan bertempur dan berjihad? itu perintah agama dan pahalanya besar di sisi Allah. Kalian mengatakan bahwa belajar itu juga jihad, membantu orang tua itu juga jihad, berpuasa itu juga jihad, dan macam-macam hal yang kalian sebut sebagai jihad. Terserah kalian, tapi bukankah kalian tetap yakin kalau bertempur di medan perang juga adalah jihad? Lalu apa salahnya kalau kami lebih memilih jihad dengan bertempur, dan bukannya memilih berjihad dengan cara berpuasa, atau belajar? Hidup ini adalah hidup kami, dan kami akan dihisab berdasarkan amal kami, bukan dengan amal kalian.

Apa salahnya kalau kami nge-fans dengan sebuah kelompok jihad? Hati ini hati kami, Allah yang  mengatur perasaan hati kami. Kalian ingin nge-fans dengan Barcelona atau Real Madrid, kami juga tidak perduli karena itu adalah hati kalian, bukan hati kami. Kalian bilang kami dicuci otak oleh kelompok jihad, kami juga bisa bilang kalian sudah dicuci otak oleh klub sepakbola. Otak ini otak kami, jika klub sepakbola tak berhasil mencuci otak kami, ya sudah.

Apa salahnya kalau kami lebih suka nonton video dokumenter pertempuran mujahidin daripada film action Hollywood, apakah itu aneh bagi kalian? kami juga merasa aneh kalian lebih suka nonton film action palsu daripada action yang asli. Lalu apa salahnya jika kami memiliki hobi dan minat yang berbeda? hidup ini adalah hidup kami, ya suka-suka kami.

Apa salahnya kalau kami lebih memilih berwisata di negara-negara konflik, daripada jalan-jalan ke Paris atau Jepang seperti kalian? kami merasa disana lebih seru, memacu adrenalin dan menguji nyali kami. Daripada cuma foto, makan, dan shopping di negara-negara lain seperti kalian. Kami yang merasakan dan yang menentukan, negara yang manakah yang lebih seru dan asyik bagi kami.

Apa salahnya jika kami ingin tinggal di negeri impian kami? halamannya tandus penuh debu, dihujani bom dan peluru, dipagari kawat berduri, diwarnai darah di kanan kiri, ya memang begitulah suasana kampung kami -di media- dan kami sangat ingin tinggal disana. Masalah buat kalian???? Yang tinggal disana kami kok, bukan kalian.

Apa salahnya jika bergabung dengan militer negara lain, jika memang kami diterima disana? Kenapa jika kami bergabung dengan militer negara lain atau berpindah menjadi warga negara yang lain, kami langsung dijemput, disuruh pulang, lalu dihukum. Tetapi kalau Miss Indonesia gabung ke US Army, dipuji-puji dan tidak dideportasi? Yang dilakukan sama, tetapi diperlakukan berbeda. Bukankah kalian juga yang dari dulu berkata, “Sana cari negara lain, jangan di negeri ini”, “Kalau tidak mau tinggal di negara ini, pergi sana ke Arab”, “Lakukan di tempat lain, jangan di sini”. Sekali benaran pergi, malah disuruh balik.

Apa salahnya jika kami benci Obama, Bashar Al Assad, Al Sisi dan semua antek-antek mereka. Toh diantara kalian juga ada yang benci tokoh-tokoh politik seperti Anwar Ibrahim, Najib Razak, Jokowi, Soeharto, atau Prabowo, atau sebuah partai politik, dll sampai disudut-sudutkan, dijadikan bahan olok-olokkan.

Apa salahnya jika kami benci sama pemimpin-pemimpin yang menghina agama kami. Kalian akan lakukan apapun untuk menurunkan orang yang kalian benci dari tahta, begitu juga kami. Lalu apa salahnya mempunyai rasa benci terhadap mereka? Apa kalian merasa bersalah membenci orang-orang yang kalian benci!?

Jadi, apa salahnya? Hidup ini hidup kami! Kenapa kalian yang atur???

-Abu Yusuf untuk Al-Mustaqbal Channel-

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s