Salafi Memurnikan Aqidah Murji’ah, Menebar Syubhat dan Menjilat Thagut

salafi maz'um

Bismillaahirrahmaanirrahiim.

Wahai kaum muslimin, begitu banyak zaman sekarang ulama yang beraqidah murji’ah, bahkan mayoritas ulama adalah dari kalangan mereka. Merekalah orang yang terutama bertanggung jawab dalam masalah ummah dikarenakan pemahaman korup mereka dan tindakan memelintir makna Al Qur’an dan As sunnah demi mengamankan penguasa murtad yang membayar mereka.

Aqidah mereka meyakini bahwa iman merupakan keyakinan dan tindakan tidak mempengaruhinya. Mereka meyakini bahwa ketika seseorang melakukan perbuatan kufur akbar maka tidaklah ia menjadi kafir jika ia meyakini dalam hati bahwa apa yang dilakukannya adalah salah dan haram. Inilah alasan kenapa mereka tak membuat takfir pada para penguasa murtad dan mereka yang berhakim pada Thaghut, dan masih menyebut mereka para penguasa sah yang harus ditaati bahkan yang lebih miris lagi masih menyebut penguasa tersebut sebagai ulil amri, dan ketika ada yang menentang para penguasa tersebut, mereka tak segan-segan menyebutnya khawarij, killabunnar, teroris, pengikut ISISer, dan sungguh murji’ah ini adalah sebenar-benar pendusta.

Wahai kelompok Salafi, renungkan atsar ini :

Satu hari ketika seorang muslim dan seorang yahudi berselisih, mereka pergi menemui Muhammad Shallallaahu ‘Alaihi Wasallam guna mencari keputusan dan ketika Muhammad Shallallaahu ‘Alaihi Wasallam menetapkan keputusan yang menyenangkan bagi orang yahudi itu, si muslim tidak puas dan menemui Abu Bakar radhiyallaahu ‘anhu.

Saat Abu Bakar radhiyallaahu ‘anhu mendengar bahwa orang itu menemuinya untuk mencari keputusan setelah Nabi Shallallaahu ‘Alaihi Wasallam memberikan keputusan, maka ia berkata, “Keputusanku sama dengan apa yang dikatakannya (Nabi Shallallaahu ‘Alaihi Wasallam).” Namun masih saja si muslim tidak puas, sehingga ia mengajak si yahudi untuk menemui Umar radhiyallaahu ‘anhu, dan menceritakan perselisihannya dengan si Yahudi.

Pada saat Umar radhiyallaahu ‘anhu mengetahui bahwa mereka datang kepadanya setelah menemui Nabi Shallallaahu ‘Alaihi Wasallam yang telah menetapkan keputusan, maka ia segera masuk rumah, lalu keluar membawa pedang, dan langsung memenggal kepala si muslim dan ia pun juga mengejar si yahudi untuk membunuhnya.

Ketika orang-orang mendengar bahwa Umar radhiyallaahu ‘anhu telah membunuh seorang muslim, mereka semua terkejut karena menurut syari’ah Islam, jika orang membunuh seorang muslim tanpa alasan kuat, maka ia juga harus dibunuh.

Wahai salafi….[catatan : menurut muslim dan kuffar di zaman itu, tidaklah berdosa mencari keputusan dari orang lain selain nabi shallallaahu ‘alaihi wasallam]

Maka mereka beranggapan apa yang dilakukan Umar radhiyAllaahu ‘anhu merupakan kebodohan karena menanggapi secara berlebihan dengan membunuh seorang muslim dan menurut hukum syari’ah, nabi akan memerintahkan agar umar juga harus dipenggal. Lalu Allah Tabaraka Ta’ala menurunkan ayat ini untuk melindungi dan membenarkan Umar radhiyallaahu ‘anhu dan memberitahu Nabi Shallallaahu ‘alaihi wasallam Surah An Nisaa’ ayat 65 :

“Maka demi Tuhanmu, mereka (pada hakekatnya) tidak beriman, hingga mereka menjadikan kamu (wahai Muhammad) hakim dalam perkara yang mereka perselisihkan, kemudian mereka tidak merasa keberatan dalam hati mereka terhadap putusan yang kamu berikan, dan mereka menerima dengan sepenuhnya.”

Di sini Allah bersumpah dengan Dia sendiri dan memberitahu Nabi kita Shallallaahu ‘alaihi wasallam bahwa demi Tuhanmu, mereka tidak beriman hingga mereka menjadikan kamu wahai Muhammad hakim dalam segala perselisihan dan jika mereka menjadikanmu hakim, tidaklah cukup bagi mereka untuk disebut muslim kecuali mereka tak keberatan dengan keputusanmu dan menerima sepenuhnya.

Lalu bagaimana bisa para penguasa murtad itu dan anjing-anjing mereka hari ini disebut orang beriman ketika mereka berhakim kepada taghut tanpa merujuk keputusan Nabi? bagaimana bisa?

Jika Allah menyebut seseorang adalah murtad karena mencari keputusan kepada Abu Bakar radhiyallaahu ‘anhu yang merupakan sahabat terbaik lalu kepada Umar radhiyallaahu ‘anhu yang merupakan sahabat terbaik kedua padahal sudah mendapat keputusan dari Muhammad Shallallaahu ‘alaihi wasallam, lalu bagaimana dengan mereka yang tidak merujuk pada Muhammad Shallallaahu ‘alaihi wasallam dan langsung berhakim kepada taghut?

Sekarang kaum murji’ah akan bilang bahwa “Orang harus dinilai hatinya bukan sekedar tindakannya dalam suatu perkara untuk diputuskan kafir atau tidak. Maka kami takkan berani mencap para penguasa adalah kafir”

Poin yang harus dicatat ketika Umar radhiyallaahu ‘anhu membunuh orang murtad tersebut :

  1. Ia tidak menanyainya apakah orang itu meyakini dalam hati bahwa keputusan Muhammad shallallaahu ‘alaihi wasallam adalah yang tertinggi, karena ia menilai dari apa yang tampak.
  2. Allah tidak menyebutkan bahwa orang yang murtad itu memiliki keyakinan dalam hati bersama tindakannya, yang membuat darahnya haram ditumpahkan. Hanya orang-orang musyrik dan munafik yang mengklaim Umar radhiyallaahu ‘anhu bersalah dan mereka senang karena meyakini kalau Nabi akan menghukum mati sahabat terbaiknya sendiri.

Kini kami katakan kepada kalian, wahai murji’ah bahwa kalian memiliki aqidah yang sama dengan musyriqun Makkah yang meyakini bahwa tahakum pada yang lain bukanlah kufur akbar tapi kufur asghar. Lalu menganggap aqidah kami -Islamic State- bersalah ketika membuat takfir atas para penguasa murtad kalian, karena menurut kalian hal itu melampaui batas dan ekstrim.

Aqidah kalian sama dengan musyriqun quraisy Makkah, tak salah lagi kalianlah kafir quraisy zaman ini. Dari mana kalian mendapat ajaran bahwa orang yang melakukan kufur akbar harus dilihat hatinya untuk dianggap kafir? Ulama ahlul sunnah mana yang mengajari kalian bahwa ahlunnaar harus divonis dengan melihat hati? Kami akan menilai kalian dari yang tampak cara yang sama dengan yang digunakan Umar radhiyallaahu ‘anhu dalam menilai. Kalian beraqidah musyrik Makkah sedangkan kami beraqidah seperti Umar radhiyallaahu ‘anhu, maka berhentilah menyesatkan ummah, kalianlah sampah dunia pengemban amanah iblis penyembah iblis dan kedok kalian sudah tersingkap!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s