Bahkan, Merekalah Teroris Sesungguhnya

terorisme media

Tatkala umat ini tengah memasuki era akhir zaman yang penuh fitnah, terjadilah seperti apa yang dikabarkan oleh Rasulullah 14 abad yang lalu. Dimana umat ini laksana hidangan makanan diatas nampan yang diperebutkan oleh manusia dari segala penjuru. Mewabahnya penyakit Al Wahn (cinta dunia takut mati) itulah yang menjadi pangkal datangnya hukuman dari Allah kepada umat ini berupa kondisi tersebut. Izzah umat ini tercabut dihadapan musuh-musuhnya, timbullah keberanian dari kaum kafir untuk memerangi kaum muslimin. Dan sudah hampir seratus tahun umat ini dalam keadaan demikian, yaitu seperti hidangan yang menjadi rebutan.

Berbagai upaya dilakukan oleh musuh-musuh Islam untuk menghancurkan umat ini. Dan salah satu dari upaya tersebut adalah dirancangnya sebuah makar dengan grand design bernama “Perang Melawan Terorisme”. Ini grand design yang sepintas cukup cantik dan populer karena yang menjadi target penghancuran adalah pelaku kejahatan bernama teroris. Tapi dibalik kemasan indah tersebut tersimpan misi licik yang sesungguhnya, yaitu perang terhadap Islam dan kaum muslimin.

Fakta bahwa isu perang melawan terorisme pada hakikatnya adalah perang terhadap Islam dan kaum muslimin adalah fakta yang tak terbantahkan. Dimana tidak ada satupun kelompok perlawanan bersenjata di dunia ini yang disebut teroris pasti dia adalah kelompok Islam. Adapun segala bentuk tindakan kriminal dari penyerangan sampai genosida terhadap kaum muslimin oleh kaum kafir tidak pernah disebut tindakan terorisme. Bahkan upaya mempertahankan dan membela diri dari kaum muslimin dari kejahatan kaum kafir tidak pernah dibenarkan oleh dunia dan akan disebut tindakan terorisme. Inilah wajah sebenarnya dari isu perang melawan terorisme yang hari ini dibawah komando setan besar bernama amerika serikat.

Hakikat isu perang melawan teroris adalah perang terhadap kaum muslimin yang secara nyata juga bisa dilihat di negeri berpenduduk muslim terbesar bernama indonesia. Tatkala kaum muslimin menjadi korban pembantaian dari kaum nasrani seperti di Ambon, Tobelo dan Poso, tidak pernah penguasa kafir negeri ini yang menyebut bahwa itu adalah tindakan terorisme. Namun sebaliknya tatkala kaum muslimin bangkit melawan kedzaliman tersebut, maka dengan sigap aparat kafir negeri ini akan menyebut sebagai tindakan terorisme dan menindaknya dengan keras dan sadis. Sehingga fakta lain adalah tidak ada satupun individu atau kelompok diluar Islam yang disebut sebagai teroris.
Inilah sebagian fakta tindakan teror oleh kaum nasrani di indonesia tapi tidak disebut sebagai tindakan terorisme :

  1. Pengeboman/peledakan mall alam sutera pada tanggal 9 juli 2015 dan tanggal 28 oktober. Pelaku bernama Leopard Wisnu Kumala (29 tahun ),agama Kristen. Bahan peledak Triaceton Triperoxide (TATP), daya kecepatan ledakan 5.400 meter/detik,kategori high explosive. Pelaku meletakkan bom sebanyak empat buah pada bulan juli dan oktober 2015. Korban 1 orang mengalami luka parah. Meskipun faktanya demikian, namun karena pelaku bukan seorang muslim maka Polisi tidak menyebutnya sebagai teroris dan tidak dijerat dengan undang-undang anti terorisme.
  2. Penyerangan terhadap jama’ah sholat iedul fitri di Tolikara, Papua pada 17 juli 2015 oleh massa Kirsten GIDI (Gereja Injil Di Indonesia ). Dalam penyerangan tersebut sebuah masjid ludes terbakar, puluhan rumah dan toko milik kaum muslimin turut menjadi korban tindakan teroris tersebut. Penyerangan dipimpin oleh Pendeta Martin Jingga. Namun karena pelakunya adalah massa kristen maka tidak disebut teroris. Bahkan para pelaku penyerangan yang terluka dan dirawat di Rumah Sakit dikunjungi serta diberi santunan oleh Menteri Sosial dan oleh Gubernur Papua. Sementara itu para pemimpin organisasi penyerangan, yaitu GIDI diundang sebagai tamu kehormatan ke istana negara oleh Presiden Jokowi.
  3. Penyerangan Mapolsek Sinak, Kabupaten Puncak, Papua pada 27 desember 2015. Korban tewas 3 orang anggota polisi, pelaku juga merampas 7 pucuk senjata. Karena diduga kuat pelaku penyerangan adalah OPM (Organisasi Papua Merdeka ) sebuah organisasi separatis kristen, maka tidak disebut tindakan terorisme. Bahkan dengan cepat kapolda Papua menyebut penyerangan tersebut kriminal murni bukan tindakan terorisme dan tidak terkait dengan organisasi teroris. Bandingkan dengan penangkapan terhadap aktifis Islam di Mojokerto, Solo dan Tasikmalaya pada hari yang hampir bersamaan dengan penyerangan Mapolsek Sinak. Hanya dengan barang bukti pipa paralon dan paku serta merta polisi menetapkan mereka sebagai teroris, hal tersebut dikarenakan para tersangka adalah muslim yang berjenggot dan istrinya mengenakan cadar.

Maka dengan secuil fakta tersebut terungkaplah motif sesungguhnya dari isu perang terhadap teroris yang dikomandani oleh amerika dan diikuti oleh penguasa kafir dan murtad di dunia ini. Bahwa hakikatnya adalah perang terhadap Islam dan kaum muslimin.

Jika para penguasa kafir dan murtad memiliki definisi sendiri tentang siapa teroris, maka alqur’an juga memiliki definisi tersendiri tentang siapa teroris. Dan sebagai kaum muslimin yang mengaku berpedoman dengan alqur’an, maka petunjuk alqur’an tentang definisi teroris yang  kita ikuti adalah definisi alqur’an.

Allah ‘azza wa jalla berfirman,“Sesungguhnya pembalasan terhadap orang-orang yang memerangi Allah dan Rasul-Nya dan membuat kerusakan di muka bumi, hanyalah mereka dibunuh atau disalib, atau dipotong tangan dan kaki mereka dengan bertimbal balik, atau dibuang dari negeri (tempat kediamannya). Yang demikian  itu (sebagai)suatu penghinaan untuk mereka didunia, dan di akhirat mereka beroleh siksaan yang besar”. (QS Almaidah :33).

Kesimpulan dari ayat diatas adalah, bahwa teroris adalah siapa saja yang memerangi Allah dan RasulNya serta membuat kerusakan di muka bumi. Dan bentuk nyata dari memerangi Allah diantaranya adalah :

  • Melenyapkan hukum Allah dari kehidupan dan menggantinya dengan hukum buatan manusia.
    Perbuatan ini jelas adalah bentuk peperangan nyata terhadap Allah ‘azza wa jalla. Dimana mereka melakukan hal tersebut didukung dengan perangkat lunak dan perangkat keras berupa senjata dan angkatan perang. Seluruh perangkat tersebut digunakan untuk mempertahankan eksistensi hokum buatan manusia dan mencegah tegaknya hukum Allah. Inilah yang dilakukan oleh para penguasa kafir dan murtad di berbagai negara di dunia ini. Untuk penguasa model ini Allah mengatakan, “Mereka ingin memadamkan cahaya Allah dengan mulut (tipu daya) mereka, tetapi Allah (justru) menyempurnakan cahaya-Nya, walau orang-orang kafir membencinya”.(QS Assoff:8).
  • Melarang penampakan syiar-syiar agama Allah dalam kehidupan dan memberi kebebasan penampakan syiar-syiar agama kekafiran. Contoh nyata dalam hal ini adalah pelarangan mengenakan niqab bagi muslimah di Perancis dan pelarangan melaksanakan puasa bagi kaum muslimin pada bulan ramadhan oleh pemerintah komunis China. Sementara itu Prancis melegalkan penghinaan terhadap Rasulullah, melegalkan khamar dan seks bebas. Contoh lain adalah seperti yang dilakukan oleh pemerintah Indonesia yang menutup situs-situs berita online yang menyeru kepada tauhid dan membiarkan situs-situs yang dikelola kelompok kafir dan murtad seperti syiah dan ahmadiyah. Dan bersamaan itu situs-situs dengan konten pornografi dibiarkan eksis dan dengan mudah bisa diakses.

Adapun diantara bentuk peperangan terhadap Rasulullah adalah :

  • Melestarikan perbuatan bid’ah dan memperolok-olok sunnah Rasulullah. Contoh nyata dalam hal ini adalah seperti yang dilakukan oleh seorang kyai yang menyebutkan bahwa jenggot itu bisa mengurangi kecerdasan seseorang. Sehingga semakin panjang jenggot seseorang maka akan semakin bodoh orang tersebut. Sementara sang kyai tersebut adalah penyeru dan penghidup bid’ah serta menjadi pembela syiah rafidhoh. Atau juga seperti orang-orang yang menjadikan demokrasi sebagai sistem pemerintahan dan bernegara dengan meninggalkan ajaran yang dibawa oleh Rasulullah sholallahu ‘alaihi wassalam. Termasuk juga orang-orang yang aktif mengkampanyekan gaya hidup orang kafir dan menyebut sunnah Rasulullah sebagai sesuatu yang usang dan ketinggalan zaman.
  • Melegalkan penghinaan terhadap Rasulullah. Contoh dalam hal ini adalah seperti yang dilakukan oleh pemerintah Perancis, Amerika dan Denmark yang membolehkan para kartunis membuat karikatur yang menghina Rasulullah.
  • Melindungi kelompok yang meyakini ada nabi setelah Muhammad sholallahu alaihi wassalam.
    Ini seperti yang dilakukan oleh pemerintah indonesia yang melindungi keberadaan kelompok murtad Ahmadiyah. Diantara pokok keyakinan dari ahmadiyah adalah membenarkan kenabian Mirza Ghulam Ahmad sebagai nabi setelah Rasulullah sholallahu ‘alaihi wassalam. Dengan mengatasnamakan kebebasan beragama dan berkeyakinan, pemerintah Indonesia melindungi keberadaan Ahmadiyah dan membiarkannya berkembang. Dengan sikap pemerintah yang seperti ini jelas merupakan bentuk permusuhan dan perang terhadap Rasulullah.

Adapun diantara perbuatan membuat kerusakan di muka bumi adalah :

  • Memaksakan kaum muslimin untuk hidup dibawah aturan dan sistem di luar Islam. Hal ini seperti yang dilakukan oleh pemerintah murtad Republik Indonesia yang memaksa kaum muslimin untuk diatur dengan sistem demokrasi dan dengan hukum KUHP buatan penjajah Serta memaksakan pancasila sebagai agama persatuan yang wajib diajarkan kepada anak-anak kaum muslimin di sekolah-sekolah. Dengan perbuatan tersebut jelas membuat kerusakan di muka bumi. Sebab ini adalah perbuatan yang merusak fitrah manusia yang diciptakan oleh Allah diatas dasar Islam. Dan perbuatan ini juga merusak tujuan hidup manusia diciptakan yaitu untuk mentauhidkan Allah.
  • Membungkam para penyeru dakwah tauhid. Menutup situs-situs Islam yang menyeru kepada kemurnian tauhid yang dilakukan oleh pemerintah thoghut indonesia adalah termasuk kejahatan dan kerusakan di muka bumi. Demikian juga tindakan mengawasi dan memata-matai para da’i penyeru tauhid sehingga dakwah tauhid tidak tersampaikan kepada umat adalah tindakan permufakatan jahat yang dilakukan oleh aparatur thoghut di negeri ini. Sebab dengan upaya thoghut tersebut kaum muslimin terus dalam keadaan tersesat dan tertipu dengan ideologi kafir yang meliputi kehidupan mereka. Dan tidak ada kerusakan yang lebih besar di muka bumi ini melebihi dipimpinnya kaum muslimin oleh para thoghut yang memutuskan perkara diantara mereka dengan hukum buatan manusia.
  • Memerangi para muwahidin dan mujahidin yang berjuang untuk tegaknya dienullah. Inilah puncak kejahatan dan kerusakan dimuka bumi yang dilakukan oleh para teroris. Yaitu memerangi para pejuang Islam yang hendak menghancurkan ideologi kekafiran dan menegakkan dienullah di muka bumi. Mereka (para penguasa kafir dan murtad) menyebut para mujahidin telah melakukan permufakatan jahat karena ingin menegakkan dienullah. Padahal para thoghut itulah yang melakukan permufakatan jahat dengan memberlakukan hukum kafir dan melarang berlakunya hukum Islam. Jadi sesungguhnya para penguasa kafir dan murtad beserta bala tentara dan pendukungnya itulah teroris yang sebenarnya. Dan antara para teroris dan kaum muslimin Allah menetapkan adanya permusuhan dan peperangan sebagaimana firmanNya, “Orang-orang yang beriman berperang di jalan Allah, dan orang-orang yang kafir berperang di jalan thaghut, sebab itu perangilah kawan-kawan syaitan itu, karena sesungguhnya  tipu daya syaitan ituadalah lemah”. (QS An Nisa :76).

Maka kewajiban bagi setiap kaum muslimin untuk memerangi para teroris tersebut agar dienullah tegak di muka bumi dan kekafiran beserta pendukungnya lenyap dan dihinakan.Dan kini telah tiba masa untuk memerangi para teroris tersebut.  Allahu musta’an

Oleh : Abu Usamah JR

Di edit oleh : Tim Penyebar Berita

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s