Muhammad In The Bible (1)

Muhammad dalam bibel

Bismillah, Alhamdulillah shalawat dan salam semoga senantiasa tercurahkan kepada Rasulullah sang penutup para Nabi dan Rasul, sang kabar gembira yang di bawa oleh para Nabi sejak Adam hingga Isa Alaihimassalam.

Muhammad bin Abdullah bin Abdul Muthallib sang Juru Selamat dunia, dimana syariat yang beliau bahwa bersifat universal dan untuk selama-lamanya. Syariat Islam untuk semua bangsa dan ras, tidak ada udzur bagi siapapun yang mendengar dakwah beliau kecuali wajib mengikutinya. Sang Nabi Agung; tentunya ini adalah sebuah pengakuan yang besar bagi umat Islam, bagaimana mungkin kita mengatakan sang Nabi Agung, sedangkan Yahudi dan Kristen tidak mengakuinya, bahkan menganggap Muhammad adalah Nabi palsu!!

Namun umat Islam tidaklah sedang mengigau, yang tidak kunjung bangun dari igauannya, Muhammad Shallallahu Alaihi wa Sallam benar-benar sang penyelamat dunia, sang pembawa kebenaran, yang namanya selalu di sebut-sebut oleh dua milyar umat Islam di seluruh dunia. Kita berikan bukti dari firman Allah bahwa mereka Yahudi dan Nasrani bahkan Wedapun meramalkan tentang kedatangan Muhammad Shallallahu Alaihi wa Sallam, Allah berfirman:

الَّذِينَ آتَيْنَاهُمُ الْكِتَابَ يَعْرِفُونَهُ كَمَا يَعْرِفُونَ أَبْنَاءهُمْ وَإِنَّ فَرِيقاً مِّنْهُمْ لَيَكْتُمُونَ الْحَقَّ وَهُمْ يَعْلَمُونَ

“Orang-orang (Yahudi dan Nasrani) yang telah Kami beri Al Kitab (Taurat dan Injil) mengenal Muhammad seperti mereka mengenal anak-anaknya sendiri. Dan sesungguhnya sebahagian diantara mereka menyembunyikan kebenaran, padahal mereka mengetahui.” (QS. Al-Baqarah: 146)

Al-Qur’an mengatakan bahwa Ahli kitab itu sangat mengenal sifat dan ciri Muhammad sebaik mereka mengenal anak-anak mereka. Sehingga kita berani mengatakan sang Nabi itu telah di nubuwatkan di dalam kitab-kitab terdahulu, hanya saja orang-orang dengki dari kalangan pastur maupun pendeta menyembunyikan kenyataan yang seharusnya mereka sampaikan.

Di dalam Al-Qur’an Isa Al-Masih sendiri telah menyampaikan kabar gembira kepada umatnya akan kedatangan sang Nabi Agung ini. Isa Alaihissalam bersabda:

وَإِذْ قَالَ عِيسَى ابْنُ مَرْيَمَ يَا بَنِي إِسْرَائِيلَ إِنِّي رَسُولُ اللَّهِ إِلَيْكُم مُّصَدِّقاً لِّمَا بَيْنَ يَدَيَّ مِنَ التَّوْرَاةِ وَمُبَشِّراً بِرَسُولٍ يَأْتِي مِن بَعْدِي اسْمُهُ أَحْمَدُ فَلَمَّا جَاءهُم بِالْبَيِّنَاتِ قَالُوا هَذَا سِحْرٌ مُّبِينٌ

“Dan (ingatlah) ketika ‘Isa ibnu Maryam berkata: “Hai Bani Israil, sesungguhnya aku adalah utusan Allah kepadamu, membenarkan kitab sebelumku, yaitu Taurat, dan memberi khabar gembira dengan (datangnya) seorang Rasul yang akan datang sesudahku, yang namanya Ahmad (Muhammad).” Maka tatkala rasul itu datang kepada mereka dengan membawa bukti-bukti yang nyata, mereka berkata: “Ini adalah sihir yang nyata.” (QS. Ash-Shaf: 6)

Namun kami tidak akan berpanjang lebar tentang nubuwat Muhammad SAW di dalam Al-Qur’an, kami akan menyebutkan puluhan bukti bahwa Muhammad itu memang tertulis di dalam Bible.

Perhatikan ayat berikut:

“Seorang nabi akan Kubangkitkan bagi mereka dari antara saudara mereka, seperti engkau ini; Aku akan menaruh firman-Ku dalam mulutnya, dan ia akan mengatakan kepada mereka segala yang Kuperintahkan kepadanya.” (Injil-Ulangan 18: 18)

Seperti engkau adalah seperti Musa; jadi Muhammad itu seperti Musa. Namun kalangan kristen ngotot bahwa nubuwat ini adalah untuk Yessus, karena ada persamaan antara Yessus dan Musa, dalih mereka adalah: “Musa adalah seorang Yahudi dan Yesus juga seorang Yahudi; Kedua, Musa adalah seorang nabi dan Yesus juga seorang nabi karena itu Yesus seperti Musa dan itu tepat sekali seperti yang dikatakan Tuhan kepada Musa.” Untuk kasus ini kriteria dapat dipenuhi oleh setiap tokoh setelah Musa pada kitab Injil: Solomon, Yesaya, Ezekiel, Daniel, Hosea, Yoel, Malachi, Yohanes Pembaptis dan lain-lain, karena mereka semua juga seorang “Yahudi” dan “Nabi”. Mengapa tidak menerapkan ramalan tersebut kepada salah satu nabi-nabi ini, dan mengapa harus Yesus?

Ketidaksamaan Musa dan Yessus:

  1. Menurut kristen “Yesus adalah Tuhan”, tetapi Musa bukanlah Tuhan;
  2. “Yesus Mati Untuk Dosa-dosa Dunia”, tetapi Musa tidak mati untuk hal tersebut;
  3. “Yesus Pergi Ke Neraka Selama Tiga Hari”, tetapi Musa tidak masuk ke sana;
  4. “Yesus lahir tanpa bapak” , tetapi Musa dilahirkan dalam kondisi normal yakni memiliki ibu dan bapak.

Kesamaan Musa dan Muhammad:

  1. Ayah dan Ibu. Musa mempunyai seorang ayah dan seorang ibu. Muhammad juga mempunyai seorang ayah dan seorang ibu.
  2. Kelahiran Ajaib. Musa dan Muhammad lahir secara normal dan alamiah, tetapi Yesus diciptakan dengan sebuah keajaiban istimewa. Dalam Kitab Matius 1: 18 “…sebelum mereka (Yusuf dan Maria) hidup sebagai suami istri, ternyata Maria mengandung dari Roh Kudus …” Dan, “… bagaimana hal itu mungkin terjadi, sedangkan aku belum bersuami? Jawab malaikat itu kepadanya, “Roh Kudus akan turun atasmu dan kuasa Allah Yang Maha Tinnggi akan me-naungi engkau …” (Lukas l: 34-35). Kitab Suci Al-Qur’an menegaskan kelahiran Yesus yang ajaib tersebut dalam istilah yang mulia dan luhur dalam menjawab pertanyaan yang logis dari Maria: “Ya Rabbku, betapa mungkin aku mempunyai anak, padahal aku belum pernah disentuh oleh seorang laki-lakipun?”Allah berfirman (dengan perantaraan Jibril): “Demikianlah Allah menciptakan apa yang dikehendaki Nya. Apabila Allah berkehendak menetapkan sesuatu, maka Allah hanya cukup berkata kepadanya: “Jadilah” lalu jadilah dia.” (QS. Ali Imran: 47).
  3. Ikatan Perkawinan. Musa dan Muhammad menikah dan mempunyai anak, tetapi Yesus tetap menjadi seorang bujangan selama hidupnya. Karena itu Yesus tidak seperti Musa, tetapi Muhammad seperti Musa.
  4. Yesus Ditolak Oleh Kaumnya. Musa dan Muhammad diterima sebagai nabi oleh kaumnya dalam kehidupan mereka. Tidak ada keraguan bahwa orang-orang Yahudi terus menerus memberi kesulitan kepada Musa, tetapi sebagai bangsa secara keseluruhan, mereka mengetahui bahwa Musa adalah utusan Allah yang dikirim untuk mereka. Orang-orang Arab juga membuat kehidupan Muhammad menjadi menderita. Beliau sangat menderita akibat ulah mereka. Setelah 13 tahun berda’wah di Makkah, beliau harus pindah dari kota kelahirannya. Tetapi sebelum kematiannya, bangsa Arab secara keseluruhan telah menerimanya sebagai utusan Allah. Tetapi berdasarkan Injil “Dia (Yesus) datang kepada milik kepunyaan-Nya, tetapi orang-orang kepunyaan-Nya itu tidak menerimanya.” (Yohanes 1: 11). Dan bahkan sampai hari ini, setelah 2000 tahun, kaumnya -orang-orang Yahudi-, secara keseluruhan telah menolaknya. Karena itu Yesus tidak seperti Musa, tetapi Muhammad seperti Musa.
  5. Kerajaan “Dunia Lain”. Musa dan Muhammad adalah nabi dan juga penguasa. Nabi berarti seorang manusia yang menerima wahyu untuk menunjuki manusia dan menyampaikan petunjuk ini kepada ciptaan Allah seperti yang diterimanya tanpa ada penambahan atau pengurangan. Penguasa adalah seorang manusia yang mempunyai kekuasaan atas hidup dan mati rakyatnya. Tidaklah penting apakah orang tersebut mengenakan mahkota atau tidak, atau apakah dia mengenakan pakaian raja; Jika seseorang mempunyai hak untuk memberikan hukuman mati -Dia adalah raja-. Musa memiliki kekuasaan tersebut. Ingatkah Anda orang Israel yang pada hari Sabbath ditemukan sedang mengumpulkan kayu bakar, dan Musa menghukum mati orang tersebut dengan dilontari batu? (Bilangan 15: 36). Terdapat tindakan kejahatan lainnya yang disebutkan dalam Injil yang karenanya Musa memberikan hukuman mati pada orang-orang Yahudi tersebut. Begitu juga Muhammad, beliau memiliki kekuasaan atas hidup dan mati kaumnya. Sayangnya nabi suci Yesus juga termasuk kategori ini. Para penginjil Kristen dengan jelas membenarkan hal ini: Ketika Yesus diseret sebelum Gubernur Roma (Pontius Pilate) menuduhnya sebagai pendusta, Yesus membuat sebuah pernyataan meyakinkan dalam pembelaannya untuk menyangkal tuduhan yang salah: “Jawab Yesus, ‘Kerajaanku bukan dari dunia ini; Jika kerajaanku dari dunia ini, pasti hamba-hambaku telah melawan, supaya aku jangan diserahkan kepada orang orang Yahudi, akan tetapi kerajaanku bukan dari sini. “ (Yohanes 18: 36). Hal ini meyakinkan Pilatus (seorang penyembah berhala) dengan pemikiran bahwa Yesus tidak sepenuhnya berkuasa atas kemampuan ruhaninya, dia tidak menganggapnya orang yang membahayakan pemerintahannya. Karena itu Yesus tidak seperti Musa, tetapi Muhammad seperti Musa.
  6. Tak Ada Hukum Baru. “Musa dan Muhammad membawa hukum dan aturan baru untuk kaumnya. Thomas Carlysle berkata tentang Muhammad, “Menjadi pembawa obor penerangan dan pelajaran. Bagi bangsa Arab ini adalah kelahiran dari kegelapan menjadi cahaya. Untuk pertama kalinya Arab menjadi hidup karenanya. Masyarakat penggembala yang miskin, mengembara tidak dikenal di padang pasir sejak penciptaan dunia. Perhatikan, tidak dikenal menjadi terkemuka di dunia, yang kecil telah tumbuh menjadi dunia besar. Dalam satu abad kemudian Granada telah berada di tangan bangsa Arab dan Delhi di tangannya yang lain. Pandangan sekilas dalam keberanian, kemegahan, dan cahaya kecerdasan, Arab menyinari bagian yang besar dari dunia… “. Namun Yessus bukanlah pembawa hukum baru sebagaimana Muhammad, beliau bersabda: “Janganlah kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk meniadakan hukum Taurat atau meniadakan kitab para nabi. Aku datang bukan untuk meniadakannya, melainkan untuk menggenapinya. Karena Aku berkata kepadamu, ‘Sesungguhnya selama belum lenyap langit dan bumi ini, satu iota atau satu titikpun tidak akan ditiadakan dari hukum Taurat, sebelum semuanya terjadi’. “(Matius 5: 17-18). Dengan kata lain, dia tidak datang dengan hukum atau aturan baru. Dia datang hanya untuk menggenapi hukum lama. Karena itu Yesus tidak seperti Musa , tetapi Muhammad seperti Musa.!
  7. Bagaimana Mereka Pergi. Musa dan Muhammad meninggal dalam kematian yang wajar, tetapi menurut agama Kristen, Yesus dengan kejam dibunuh di tiang salib. Karena itu Yesus tidak seperti Musa, tetapi Muhammad seperti Musa.!
  8. Surga Sebagai Tempat Kediaman. Musa dan Muhammad terbaring dikubur dalam bumi, tetapi menurut Kristen, Yesus beristirahat di surga. Karena itu Yesus tidak seperti Musa , tetapi Muhammad seperti Musa.!

Masih dalam ayat yang sama: “Aku akan menaruh firman-Ku dalam mulutnya, dan ia akan mengatakan kepada mereka segala yang Kuperintahkan kepadanya.”(Injil-Ulangan 18:18)

“Aku akan menaruh firman-Ku dalam mulutnya” setiap muslim pasti tau bahwa apa yang di keluar dari lisan Sang Nabi Agung Muhammad Shallallahu alaihi wa sallam adalah wahyu/firman dari Allah, dan Allah telah bersaksi dalam hal itu:

وَمَا يَنطِقُ عَنِ الْهَوَى  . إِنْ هُوَ إِلَّا وَحْيٌ يُوحَى

“Dan tiadalah yang dia (Muhammad) ucapkan itu (Al-Quraan) menurut kemauan hawa nafsunya. Ucapannya itu tiada lain hanyalah wahyu yang diwahyukan (kepadanya).” (QS. An-Najm: 3-4)

Siapa Imanuel?

Yesaya berkata: “Sebab itu Tuhan sendirilah yang akan memberikan kepadamu suatu pertanda: Sesungguhnya seorang perempuan muda mendandung dan akan melahirkan anak laki-laki, dan ia akan menamakan Dia Imanuel.” (Yesaya 7: 14)

Setiap nubuwat kelahiran dalam bible baik perjanjian lama maupun perjanjian baru selalu menyebut nama yang identik dan jelas. Hal ini membuktikan omong-kosong para pembual gereja yang nglindur bahwa Imanuel adalah nubuwat untuk Yesus. Padahal dalam bible maupun keseharian masyarakat bani Israel kala itu tidak ada satupun yang menjuluki Yesus sebagai Imanuel. Imanuel sendiri berarti “Allah Menyertai/Allah bersamanya/Tuhan menyertai kita.” Sebagaimana perluasan makna oleh mereka agar sesuai dengan sosok Yesus.

Perhatikan Nubuwat tentang kelahiran

  1. Ismael: Selanjutnya kata Malaikat Tuhan itu kepadanya: “Engkau akan mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki dan akan menamainya Ismael, sebab Tuhan telah mendengar tentag penindasan atasmu itu.” (Kejadian 16: 11)
  2. Yohanes: Tetapi Malaikat itu berkata kepadanya: “Jangan takut, hai Zakharia, sebab doamu telah di kabulkan dan Elisabet, isterimu, akan melahirkan seorang anak laki-laki bagim dan haruslah engkau menamai dia Yohanes.” (Lukas 1: 13)
  3. Yesus: “Ia akan melahirkan anak laki-laki dengn engkau akan menamakan dia Yesus, karena dialah yang akan menyelamatkan umatnya dari dosa mereka.” (Matius 1:21)

Namun cukup satu ayat Al-Qur’an yang menjadi bukti bahwa Imanuel (Allah bersama kita) adalah Muhammad Shallallahu alaihi wa sallam. Ketika beliau di kejar-kejar oleh kaum kafir Quraisy untuk membunuh atau menangkap beliau, maka beliaupun lari bersama sang kawan setia Abu Bakar Ash-Siddiq Radhiyallahu Anhu dan bersembunyi di Gua Tsur selama tiga hari, agar orang-orang yang  mengikuti jejaknya pergi. Namun Abu Bakar sangat khawatir bila mereka berhasil menemukan beliau, dia berkata kepada beliau: “Seandainya salah seorang dari mereka melihat ke arah kedua kakinya niscaya mereka pasti melihat kami berada di bawah kedua kakinya. Maka Nabi pun menjawab: “Janganlah engkau bersedih! Sesungguhnya Allah bersama kita.” (Innallaha ma’ana/Imanuel).” (QS. At-Taubah: 40)

Bukti selanjutnya bahwa Yesus bukanlah Imanuel adalah ketika beliau sedang di tiang salib, sedang menunggu “kematian” Matius menuturkan: “Kira-kira jam tiga berserulah Yesus dengan suara nyaring: “Eli, Eli lama sabakhtani?” Artinya: “Allahku, Allahku mengapa Engkau meninggalkan Aku?” (Matius 27: 46).

“tuhan” ketika menghadapi tiang salib dia berteriak “Eli, Eli Lama Sabakhtani (b.arab: Ilahi, Ilahi Lima Taraktani)?!” dan dia tidak mengatakan: “Imanuel?”

Bersambung…

-Abu Zakir-

Referensi : Al-Qur’an Al-Karim, Tafsir Ibnu Katsir, The Choice (Ahmad Deedat), Muhammad In The Bible (Benjamin Keldani/ Abdul Ahad Daud), Bible terbitan LAI (Lembaga Al-Kitab Indonesia, Jakarta, 2000)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s