Kemuliaan Jihad Dan Fitnah-Fitnah Terhadapnya

Kemuliaan Jihad dan Fitnah

Bismillahirrahmanirrahim.

Jihad saat ini merupakan kata yang sangat popular. Kaum muminin tentunya sangat  suka dengan kata tersebut, tetapi tidak sedikit orang yang takut bahkan phobia dengan kata “jihad”. Jihad sering disalah artikan dengan tindak kekerasan. Orang-orang kafir sangat benci juga takut dengan kata itu, bahkan diantara kaum muslimin-pun banyak yang tidak senang dengannya. Pernah terjadi pada saat saya memakai kaos yang bertuliskan jihad dengan gambar pedang di bawahnya, teman saya bertanya, “gak takut ditangkap?”. Sungguh ironis. Inilah akibat dari perang pemikiran, ghuzwul fikri, yang dilancarkan melalui media-media mainstream. Jihad di-diskreditkan, jihad dijauhkan dari pemikiran dan jiwa kaum muslimin.

Kata-kata “Islam Rahmatan Lil Alamin” dijadikan alat untuk memojokkan kata jihad. Islam cinta damai, Islam ramah tamah, Islam toleran selalu didengung-dengungkan. Manakala ada sekelompok kaum muslimin yang mengangkat senjata untuk menuntut keadilan langsung diberi label radikal, teroris dan sebagaian ulama mengatakan sebagai kaum khawarij.

Meremehkan Kata Jihad Fi Sabilillah

Untuk semakin menjauhkan umat muslim dari semangat jihad, kaum kafirin melalui kaum munafikin mengatakan bahwa jihad tidak hanya perang, banyak bentuk-bentuk lain dari jihad yang menurut mereka lebih baik dan bermanfaat. Bekerja dengan sungguh-sungguh adalah jihad, memberi nafkah kepada anak istri adalah jihad dan berbakti kepada orang tua adalah jihad. “Jadi tak usah berperang, cukup dengan mengerjakan hal-hal tersebut anda sudah mendapat pahala jihad”, demikianlah secara implisit orang-orang munafik menyebarkan syubhat tersebut. Efek lain dari syubhat tersebut, kaum muslimin terutama dari kelompok awam, adalah timbul ketidak-sukaan bahkan meremehkan jihad qital (perang) dan menganggapnya sebagai hal yang buruk. Mereka menganggap bahwa perang adalah kalau terpaksa, perang kalau kita diserang. Bagaimana kalau saudara-saudara kita yang jauh, seperti kaum Rohingya ditindas?, Jawabannya, kita bantu dengan makanan, pakaian dan doa. Titik!

Untuk menjawab Syubhat tersebut mari kita bedah apa itu jihad. Jihad menurut pengertian bahasa adalah “berjuang atau bekerja dengan sungguh-sungguh”. Makna lughowi ini sering digunakan oleh orang-orang munafik  untuk mencegah kaum muslimin untuk berjuang membela agamanya yang saat ini  tengah diinjak-injak oleh orang-orang kafir. Orang yang pergi ke sawah kemudian dia bekerja keras dengan mencangkul merasa dirinya sudah berjihad. Berdagang di pasar sudah dikatakan berjihad. Lalu muncul istilah jihad pendidikan padahal di sekolah yang diajarkan adalah Pancasila dan teori Darwin yang secara ilmiah sudah terbukti gagal tapi oleh sebagian orang-orang kafir masih tetap dipertahankan. Seorang kafir kristen atau hindu  yang belajar sungguh-sungguhpun bisa dikatakan berjihad kalau berdasarkan pengertian di atas.

Jihad menurut bahasa dapat didefinisikan sebagai “upaya mengerahkan segala kemampuan antara kedua belah pihak untuk saling mempengaruhi… (dr Muhammad Khair Haekal, “Jihad & Perang”, hal 9). Dari definisi tersebut bahkan seorang kafir-pun yang berupaya dengan keras dan sungguh-sungguh untuk mengajak seorang muslim berpindah agama bisa dikatakan sebagai jihad.

Diakui bahwa memang kata Jihad dalam pengertian bahasa ini terdapat dalam Kitab Al Qur’an yaitu dalam surat-surat Makiyah dimana perintah perang belum muncul. Contoh:

وَوَصَّيْنَا الْإِنْسَانَ بِوَالِدَيْهِ حُسْنًا وَإِنْ جَاهَدَاكَ لِتُشْرِكَ بِي مَا لَيْسَ لَكَ بِهِ عِلْمٌ فَلَا تُطِعْهُمَا إِلَيَّ مَرْجِعُكُمْ فَأُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُونَ

Wa wassainal insana biwalidaihi husna(n), wa jahadaka litusyrika bi ma laisa laka bihi ‘ilmun fala tuti’huma, ilayya marjik’ukum fa unabbi’ukum bima kuntuk ta’malun. (QS. Al Ankabut : 8)

Dan Kami wajibkan manusia (berbuat) kebaikan kepada dua orang ibu-bapaknya. Dan jika keduanya memaksamu untuk mempersekutukan Aku dengan sesuatu yang tidak ada pengetahuanmu tentang itu, maka janganlah kamu mengikuti keduanya. Hanya kepada-Ku-lah kembalimu, lalu Aku kabarkan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.

وَمَنْ جَاهَدَ فَإِنَّمَا يُجَاهِدُ لِنَفْسِهِ ۚ إِنَّ اللَّهَ لَغَنِيٌّ عَنِ الْعَالَمِينَ

Wa man jahada fa innama yujahidu linafsih(i), innalaha laganiyyun ‘anil ‘alamina. (QS Al Ankabut : 6)

Dan barangsiapa yang berjihad, maka sesungguhnya jihadnya itu adalah untuk dirinya sendiri.

dan seterusnya….

Ditulis oleh : Abu Hamzah Ar Rizal (Teddy Sutresna Ibrahim)

Selanjutnya, unduhlah artikel ilmiah dengan judul tersebut diatas. Artikel yang sangat menarik dan sangat disayangkan apabila anda tidak membacanya. Ebook berisi 28 halaman A5 dalam format .pdf berukuran 704 kb. Unduh disini

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s