Menimbang Panji Hitam

bendera hitam

Bismillah, Alhamdulillah, shalawat dan salam semoga tetap tercurahkan kepada baginda Rasulullah sang Nabi pembawa rahmah dan Nabi Malhamah.

Berangkat dari sebuah ceramah singkat seorang ulama’ Saudi tentang Panji Hitam, beliau membawakan sebuah atsar dari Ali bin Abi Thalib Radhiyallahu ‘Anhu, dimana beliau berpesan:

إِذَا رَأَيْتُمُ الرَّايَاتِ السُّودَ فَالْزَمُوا الْأَرْضَ فَلَا تُحَرِّكُوا أَيْدِيَكُمْ، وَلَا أَرْجُلَكُمْ، ثُمَّ يَظْهَرُ قَوْمٌ ضُعَفَاءُ لَا يُؤْبَهُ لَهُمْ، قُلُوبُهُمْ كَزُبَرِ الْحَدِيدِ، هُمْ أَصْحَابُ الدَّوْلَةِ، لَا يَفُونَ بِعَهْدٍ وَلَا مِيثَاقٍ، يَدْعُونَ إِلَى الْحَقِّ وَلَيْسُوا مِنْ أَهْلِهِ، أَسْمَاؤُهُمُ الْكُنَى، وَنِسْبَتُهُمُ الْقُرَى، وَشُعُورُهُمْ مُرْخَاةٌ كَشُعُورِ النِّسَاءِ، حَتَّى يَخْتَلِفُوا فِيمَا بَيْنَهُمْ، ثُمَّ يُؤْتِي اللَّهُ الْحَقَّ مَنْ يَشَاءُ

“Jika kalian melihat bendera-bendera hitam, maka tetaplah di tempat, jangan kalian gerakkan tangan dan juga kaki-kaki kalian, kemudian akan muncul kaum yang lemah yang tidak di pertimbangkan, hati mereka seperti potongan besi, mereka adalah pemilik Daulah, tidak menepati janji maupun perjanjian, menyeru kepada kebenaran padahal mereka bukanlah dari ahlinya, nama mereka adalah kunyah (julukan), dan nisbat mereka adalah kampung-kampung, rambut mereka terurai seperti rambut wanita, sampa mereka berselisih diantara mereka, kemudian Allah memberikan kebenaran itu kepada siapa saja yang di kehendakiNya.”[1]

Hadits ini diriwayatkan dari Al-Walid dan Risydin dari Ibnu Lahi’ah dari Abi Qabil dari Abi Ruman dari Ali bin Abi Thalib; dari sanadnya Hadits ini adalah Mauquf pada Ali, namun dari segi matan/isinya Hadits ini memiliki hukum marfu’ kepada Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam, karena berkaitan dengan hal ghaib, dan perkara ghaib tidak mungkin dapat di ketahui kecuali melalui wahyu, dan yang menerima wahyu hanyalah Rasul.

Namun jika dilihat dari sanadnya di dalamnya terdapat Abullah bin Lahi’ah yang banyak di perbincangkan oleh ulama’ Ahli Hadits. Untuk menimbang derajat Hadits ini maka kami berusaha sajikan Jarh dan Ta’dil dari para Ulama’ Ahli Hadits terhadap Ibnu Lahi’ah berikut ini :

  1. Dia adalah Abdullah bin Lahi’ah bin ‘Uqbah Al-Hadhrami Al-A’duli, di kenal juga Al-Ghafiqi, Abu Abdirrahman dan Abu An-Nadhr Al-Mishri Al-Faqih Al-Qadhi.
  2. Dia berada dalam tabaqah ke-tujuh dan termasuk Kibar Atba’ut Tabi’in, wafat pada tahun 174 H.
  3. Diantara guru-gurunya adalah : Ahmad bin Khozim Al-Mu’afiri, Ishaq bin Abdillah bin Abi Farwah, Bakr bin Sawadah Al-Judzami, Bakr bin Amr Al-Mu’afiri, Bukair bin Abdillah bin Al-Asyajj, Ja’far bin Rabi’ah, Al-Haris bin Yazid Al-Hadhrami, Hibban bin Wasi’ Al-Anshari, Al-Hajjaj bin Syaddad Ash-Shan’ani, Hasan bin Tsauban, Hafsh bin Hasyim bin ‘Utbah bin Abi Waqash, Abi Shakhr Hamid bin Ziyad Al-Madani dll.[2]
  4. Ahlul Hadits berkata tentang Abdullah bin Lahi’ah :
  • Ibnu Hajar : Dia adalah seorang yang jujur, namun kacau (hafalannya) setelah kitab-kitabnya terbakar.
  • Imam Adz-Dzahabi : Dia dha’if….., aku berkata: yang diamalkan adalah bahwa Haditsnya di dhaifkan.[3]
  • Dia di sifati dengan tadlis (menyembunyikan rawi)[4]
  • Burhanuddin Al-Halabi berkata : Abdullan bin Lahi’ah qadhi yang masyhur, komentar tentangnya sangat banyak, sebagian Guruku berkata: sesuai apa yang aku baca, bahwa dia ikhtilath (kacau hafalannya) di nisbahkan kepadanya. Dan yang benar adalah Hadits dia dhaif.[5]
  • ‘Ala’uddin Ali Ar-Ridha memberi komentar dalam kitab Al-Ightibath:
  • Aku berkata : Abdullah bin Lahi’ah. Sebagaimana kami ketahui dari perkataan para Imam, dia adalah shaduq fi nafsihi (jujur) hanya saja dia tertuduh berdusta namun dia tidak bermaksud berdusta. Dhaif dan ikhtilathnya hanya karena ketika dia membacakan Hadits dari hafalannya setelah kitab-kitabnya terbakar, dan penyebab ikhtilath inilah yang lebih benar daripada karena hilang akalnya.
  • Ibnu Sa’id berkata : dia seorang yang dhaif dan memiliki banyak Hadits. Siapa yang mendengar (Hadits) darinya di awal-awal maka riwayatnya baik. Namun penduduk Mesir mengatakan dia tidak mukhtalath dan tetap seperti keadaannya di awal.
  • Imam Ahmad berkata : siapakah yang seperti Ibnu Lahi’ah di Mesir dalam hal banyaknya Hadits, kesempurnaan dan kekuatan hafalannya.
  • Ibnu Abi Hatim menukil pen-Dhaifannya dari Imam Ahmad, Yahya bin Ma’in, Abi Hatim dan Abu Zur’ah.
  • Abu Zur’ah di tanya tentang riwayat para pendahulu dari Ibnu Lahi’ah, dia berkata: Akhir dan awalnya sama (mukhtalath/dhaif), hanya saja Ibnul Mubarak dan Ibnu Wahb keduanya meneliti ushul Haditsnya, karena itulah keduanya menulis Hadits darinya.
  • Khalid bin Khorrasy berkata : Ibnu Wahb berkata kepadaku “aku tidak menulis Hadits Ibnu Lahi’ah.
  • Al-Fallas : barangsiapa yang menulis (Hadits) darinya sebelum terbakar kitab-kitabnya seperti Ibnul Mubarak dan Al-Maqriy maka riwayatnya shahih.[6]
  • Ibnu Hibban berkata : Dia dahulu adalah orang yang shalih, akan tetapi dia mentadlis riwayat dari para rawi Hadits yang lemah.[7]

Selain dari sisi sanad, atsar ini juga bertentangan dengan hadits-hadits yang juga menyebutkan tentang bendera hitam lainnya, yang memerintahkan umat Islam untuk bergabung di bawahnya walau harus merangkak diatas salju.

Diantaranya adalah :

” إِذَا رَأَيْتُمُ الرَّايَاتِ السُّودَ قَدْ جَاءَتْ مِنْ قِبَلِ خُرَاسَانَ، فَأْتُوهَا؛ فَإِنَّ فِيهَا خَلِيفَةَ اللهِ الْمَهْدِيَّ “

“Jika kalian panji-panji hitam telah datang dari arah Khurasan, maka datangilah, karena sesungguhnya Khalifah Allah Al-Mahdi ada didalamnya.”[8]

إِذَا رَأَيْتُمُ الرَّايَاتِ السُّودَ خَرَجَتْ مِنْ قِبَلِ خُرَاسَانَ فَائْتُوهَا وَلَوْ حَبْوًا عَلَى الثَّلْجِ، فَإِنَّ فِيهَا خَلِيفَةَ اللَّهِ الْمَهْدِيَّ

“Jika kalian melihat panji-panji hitam telah keluar dari arah Khurasan, maka datangilah ia meskipun kalian merangkak diatas salju, karena sesungguhnya Khalifah Allah Al-Mahdi ada didalamnya.”[9]

Al-Hakim berkata : Hadits Shahih sesuai syarat Ash-Shahihain namun keduanya tidak meriwayatkannya.

Bahkan banyak ulama’ yang mendhaifkan hadits-hadits tentang panji hitam, diantaranya adalah:

Syu’aib Al-Arna’uth berkata : “Isnadnya dhaif”

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، عَنْ رَسُولِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، أَنَّهُ قَالَ: “يَخْرُجُ مِنْ خُرَاسَانَ رَايَاتٌ سُودٌ، لَا يَرُدُّهَا شَيْءٌ حَتَّى تُنْصَبَ بِإِيلِيَاءَ”

Dari Abu Hurairah, dari Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam, bahwasannya beliau bersabda : “Akan keluar dari Khurasan panji-panji hitam, tidak ada yang dapat mencegahnya sampai di tancapkan di Ilya’ (Palestina).”

Syu’aib Al-Arna’uth berkata : Isnadnya sangat dhaif, Risydin bin Sa’d di dhaifkan oleh para Imam, Abu Hatim berkata : Hadits munkar.[10]

Dan masih banyak lagi Hadits senada, sebagian Imam menshahihkan dan sebagian lagi mendhaifkan dari sisi sanad.

Adapun jika dilihat banyak Hadits panji hitam, fenomena belakangan ini seakan sebagai bukti bahwa apa yang di nubuatkan dalam hadits tersebut adalah benar-benar terjadi.

Maka seyogyanya para ulama’ tidak hanya menggunakan Hadits Ali diatas hanya sekedar untuk mendiskreditkan Daulah Islam tanpa menjelaskan derajat hadits itu, dan menyembunyikan fakta bahwa disana banyak hadits-hadits panji hitam yang justeru memerintahkan untuk berjihad, berjuang dan membaiatnya. (*)

Oleh : Abu Zakir

Footnote :

[1] Al-Fitan, Nu’aim bin Hamad 1/120.

[2] Ruwat At-Tahdziyyin 3563.

[3] Idem.

[4] Asma’ul Mudallisin Abdullah bin Bakr, Jalaluddin As-Suyuthi (1/66)

[5] Al-Ightibath biman rumiya min Ar-Ruwat bil Ikhtilath (1/190).

[6] Al-Kaukab An-Nirat (1/482.)

[7] Ta’rifu Ahlit Taqdis bi Maratibil Maushufin bit Tadlis (1/54).

[8] Musnad Imam Ahmad (27/70), Al-Musnad Al-Maudhu’i Al-Jami’ lil Kutub Al-Asyarah (2/245), Mirqatul Mafatih Syarh Misykat Al-Mashabih (8/3447).

[9] Al-Fitan Nu’aim bin Hamad (1/311), Al-Mustadrak ‘ala Ash-Shahihain (4/547) Al-Hakim berkata: Hadis Shahih sesuai syarat Ash-Shahihain namun keduanya tidak meriwayatkannya.

[10] Musnad Ahmad, Tahqiq Syu’aib Arna’uth (14/383).

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s